PENGARUH PEMBERIAN ALFA MANGOSTIN DAN GLIBENKLAMID TERHADAP FUNGSI HATI (ALANIN AMINOTRANSFERASE / ALT) PADA Rattus novergicus TERINDUKSI DIABETES MELITUS (DM)

NURANI, AYUNINGTYAS WAHYU (2017) PENGARUH PEMBERIAN ALFA MANGOSTIN DAN GLIBENKLAMID TERHADAP FUNGSI HATI (ALANIN AMINOTRANSFERASE / ALT) PADA Rattus novergicus TERINDUKSI DIABETES MELITUS (DM). [Undergraduate Thesis]

[img]
Preview
PDF
SR-NK-170003_abstract.pdf

Download (27kB) | Preview
Official URL: http://digilib.unusa.ac.id/data_pustaka-15397.html

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. DM ditandai dengan berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal dan memiliki kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia). Hiperglikemia ini dapat menyebabkan aktivasi DMBA (7,12-Dimethylbenze(α)Anthracene) sehingga aktivitas anti-oksidan menurun akibatnya Reactive Oxygen Species (ROS) dan sitokin pro- inflamatori akan meningkat. Kondisi peningkatan ROS dan sitokin pro-inflamatori menyebabkan kerusakan hati sehingga dapat merusak sel hati yang mengakibatkan keluarnya enzim ALT dari sitoplasma sel hati. Manggis (Garcinia mangostana Linn.) mengandung senyawa α-mangostin yang dapat menghambat aktivasi DMBA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh α-mangostin dan glibenklamid terhadap fungsi hati Rattus novergicus terinduksi Diabetes Melitus (DM). Penelitian ini merupakan eksperimental murni menggunakan Randomize post test only control group design dengan empat perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah Tikus K- (Kontrol non-diabetes), K+ (Diabetes dengan pemberian CMC-Na 1 persen sebanyak 1 mili Liter), P1 (Diabetes dengan pemberian senyawa α-mangostin 10 miligram per kilogram berat badan), P2 (Diabetes dengan pemberian glibenklamid 0,5 miligram per kilogram berat badan). Besar sampel yang digunakan yaitu 6 pada setiap kelompok. Data aktivitas ALT (U/L) yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA untuk menegtahui perbedaan bermakna pada variansi kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan aktivitas ALT (U/L) yang bermakna diantara variansi kelompok. Hasil rerata dan simpangan baku pada kelompok K- yaitu 79,83 ± 10,55 U/L. Pada kelompok K+ didapatkan hasil rerata dan simpangan baku sebesar 93,67 ± 49,98 U/L. Hasil rerata dan simpangan baku pada P1 yaitu 72,00 ± 8,10 U/L. Hasil rerata dan smpangan baku pada kelompok P2 yaitu 118,8 ± 86,41 U/L. Penelitian berikutnya disarankan untuk memperbaiki kelemahan dari penelitian ini yaitu dengan memperbesar besar sampel dan meneliti Letal Dose untuk menentukan dosis tepat sehingga diharapkan dapat di konsumsi oleh manusia.

Item Type: Undergraduate Thesis
Uncontrolled Keywords: ALT, α-mangostin, diabetes melitus, DMBA
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC581-951 Specialties of internal medicine
Divisions: Faculty of Health > Program Study of Health Analyst
Depositing User: Mr. . Aji
Date Deposited: 27 Jan 2018 08:06
Last Modified: 27 Jan 2018 08:12
URI: http://repository.unusa.ac.id/id/eprint/1710

Actions (login required)

View Item View Item